banner 1458x375

Abrasi Semakin Mengganas, Warga Simonet Wonokerto Nanti Janji Pemerintah

  • Bagikan
Salah satu foto rumah warga dusun Simonet yang terkena abrasi. Foto (batangupdate)
banner 468x60

BATANGUPDATE.COM, PEKALONGAN – Abrasi terus mengkhawatirkan, itulah yang diucapkan warga saat pertama kali kami temui di Dusun Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.

Dusun Simonet merupakan salah satu wilayah pesisir pantai yang terkena abrasi terparah akibat banjir rob yang melanda di beberapa wilayah pesisir kabupaten Pekalongan.

Baca Juga :

Badan Geologi Tambah 12 Patok Penanda Land Subsidence di Kota Pekalongan

“Dua tahun belakangan ini masyarakat Dusun Simonet berupaya meninggikan tanah akibat abrasi dengan swadaya warga agar tidak terkena banjir rob,”tulis Dicky dalam kutipannya di batangupdate. Rabu (22/9/21).

Dusun Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan ini merupakan salah satu daerah terparah akibat abrasi di pesisir Pekalongan.

“Awalnya daerah ini menyatu dengan daratan, namun seiring waktu terjadi abrasi sehingga wilayahnya menjadi bak pulau kecil yang terpisah dengan daratan.”kutipnya.

Gelombang air yang tinggi membuat jalur darat yang sudah di aspal untuk menuju ke dusun tersebut terkikis dan hilang.

“Akses jalan darat pun terputus. Bahkan beberapa rumah terpaksa ditinggalkan penghuninya begitu saja. Untuk aksesnya sekarang hanya bisa ditempuh dengan perahu atau jalur laut.” jelasnya.

Pantauan tim batangupdate.com, Suasana menyeramkan terasa ketika menginjakan kaki disini, Hal ini disebabkan karena dusun tersebut hanya dihuni belasan rumah dan sisanya terbengkalai bak rumah hantu.

Sebagian warga memilih pindah dari dusun ini karena rumahnya sudah tenggelam dan beberapa keluarga  memilih bertahan dengan kondisi serba susah sambil menunggu bantuan relokasi dari pemerintah kabupaten Pekalongan dan Pemerintah Provinsi Jawa tengah.

“Hampir setiap hari sebelum subuh itu air laut selalu masuk ke rumah mas, Nah nanti kalau waktu udah sore mulai surut lagi,” Ungkap salah satu warga Simonet yang enggan disebutkan namanya. Senin (20/9/21)

Disini untuk keperluan air bersih pun sangat sulit, kami hanya bisa memanfaatkan air PAM di mushola.

“Kalau air mushola mati ya kami terpaksa nggak mandi. Warga disini enggak mandi itu hal yang biasa mas.”tuturnya.

Kalau warga yang mampu pastinya lebih milih meninggalkan daerah ini, Setidaknya mengontrak di desa semut sebrang sana atau numpang di kerabat sampai bisa membeli rumah yang baru.

“Kalau orang seperti kami bisa apa? mung bisa meratapi nasib, Bisa makan aja udah bersyukur sekali.”Ujarnya.

Waktu itu pernah ada rombongan dari pemerintah Kabupaten Pekalongan datang melakukan survei. Dari hasil kunjungannya kami dapat kabar bahwa pemerintah berjanji dan akan membantu relokasi ke tempat yang layak.

Baca Lainnya :

10 Atlet Pekalongan Targetkan Mendali Emas di PON XX

“Namun sampai sekarang tak kunjung ada kabar baik lagi bahkan abrasi disini semakin mengganas tiap bulannya.”jelasnya.

Kami warga disini berharap agar segera ada direlokasi dari pemerintah ke tempat yang lebih layak dan nyaman.

banner 336x150
banner 120x600
  • Bagikan
banner 1458x180