banner 1458x375

Antusias Para Siswa SLB Ikuti PTM Terbatas

  • Bagikan
SISWA SLB : Para Siswa Berkebutuhan Khusus Ikuti PTM Terbatas
banner 468x60

BATANGUPDATE.COM, Batang – Sejumlah pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kabupaten Batang mulai melaksanakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, dengan penuh antusias. PTM diikuti dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sebelum masuk, para siswa berkebutuhan khusus itu diminta untuk mencuci tangan dan memakai cairan antiseptik dan memakai masker.

Kepala SLB Negeri Batang, Sujarwo mengatakan sekolah tatap muka sudah menjadi harapan bagi orang tua sehingga mereka menyambut antusias ketika mengetahui pelaksanaan simulasi PTM terbatas ini.

Baca Juga :
PTM Mempermudah Guru Mengetahui Karakter Anak Didik

“Ini memang sudah menjadi harapan orang tua siswa, mereka pun menyambut baik juga memberikan sosialisasi ke anaknya untuk protokol kesehatan saat di sekolah,” katanya saat ditemui, di SLB Negeri, Kabupaten Batang, Selasa (28/9/2021).

Ia mengakui bahwa metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak efektif untuk pembelajaran bagi siswa SLB. Pembelajaran tatap muka diperlukan untuk para penyandang disabilitas.

Sujarwo menjelaskan, pihaknya melakukan beberapa metode untuk memberi materi pada anak didiknya dengan mendatangi siswa, atau memanggil siswa secara individual.

“Bahkan jika perlu datang malam, guru kami bersedia ke sana, seperti les privat yang jelas metode apapun kami selalu menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sujarwo mengatakan simulasi PTM terbatas sudah berlangsung dalam seminggu. Lalu, satu minggu kemudian akan ada evaluasi.

Baca juga :
Lomba Baca Kitab Kuning Bakal Warnai HSN 2021 Di Pekalongan

“Kami berharap PTM bisa berlangsung secara penuh, karena maksimal jumlah siswa kami hanya 11 orang,” terangnya.

Pengawas dari kantor cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (dindikbud) Jawa Tengah wilayah XIII, Susi Sudiarti mengatakan ada delapan SLB yang melakukan simulasi.

Pihaknya melakukan evaluasi terkait pelaksanaan PTM dengan protokol kesehatan ketat. Simulasi dilakukan selama dua minggu dan berhenti selama dua minggu.

“Setelah itu akan ditentukan apakah mereka bisa melanjutkan PTM atau tidak, selama masa evaluasi akan kami pantau ada gak siswa yang terpapar Covid-19 atau tidak,” tuturnya.

Ia mengatakan baik SLB maupun sekolah umum memberlakukan batasan peserta didik yang hadir maksimal 50 persen.

Baca Lainnya :
Jelang Liga 3 Jateng, Persibat Batang Punya Manajer Anyar

“Untuk SLB, jumlah siswa maksimal dalam satu kelas yaitu lima orang, ada kelonggaran untuk aturan social distancing karena pemerintah menyadari kondisi para siswa SLB,” ujar dia.

banner 465x150
banner 120x600
  • Bagikan
banner 1458x180