banner 1200x250

Atasi Masalah Sampah dan Cegah Banjir di Kutosari, KKN Undip Buat Lubang Biopori

Proses Pembuatan LRB Oleh Warga dan Kadus Wilayah IV Desa Kutosari
banner 120x600
banner 468x60

BATANGUPDATE.COM, BATANG  – Mahasiswa KKN Undip Tim II Universitas Diponegoro 2022/2023 sukses menyumbangkan pengetahuannya dalam meningkatkan resapan air tanah, mencegah banjir, dan menyediakan pupuk kompos di Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Tim KKN mengidentifikasi sebuah permasalahan yang terdapat di Desa Kutosari yaitu dalam memusnahkan sampah masih dengan cara dibakar dan juga keringnya tanah di lahan sekitar.

banner 1200x250

Warga Desa Kutosari pada Wilayah IV memiliki beberapa lahan kosong yang kemudian satu di antara wilayah tersebut dimanfaatkan sebagai wilayah lubang resapan biopori.

Baca Juga : Solusi Atasi Sampah di Batang, Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Sulap Limbah Plastik Bernilai Jual

Melalui koordinasi Ibu Kadus setempat kemudian diadakan kumpulan Tim KKN bersama warga yang bertujuan untuk mengenalkan cara pembuatan lubang biopori.

Lubang biopori bekerja dengan prinsip berbagai jenis sampah organic mulai dari daun kering, ranting, potongan kulit buah, sayur, sisa makanan, hingga tulang dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori.

Hal ini untuk mengundang biota tanah untuk berekosistem. Hanya saja untuk mengurangi bau yang dihasilkan, sampah daun kering perlu juga dimasukkan setelah memasukkan sampah organik basah.

Setelah itu, proses mengompos sudah berjalan tanpa dibutuhkan proses pengadukan secara berkala. Selang beberapa waktu, sampah organic pun akan menyusut dan sampah rganic harus dimasukkan lagi secara berkala.

Setelah 2 – 3 bulan sampah akan berubah menjadi pupuk kompos. Pupuk kompos dapat diambil dengan mengeluarkan pipa dari dalam tanah dan membuka tutupnya. Kemudian pupuk yang sudah diambil dikeringkan dan diayak dan sudah siap digunakan.

Dalam pelaksanaan pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) ini dibantu oleh warga dan kadus wilayah IV serta teman KKN.

Untuk cara pembuatan Lubang Resapan biopori ini yaitu hal yang pertama dilakukan mempersiapkan alat dan bahan, dimana alatnya yaitu bor, pipa PVC diameter 4” dengan kedalaman 60 cm sebanyak 4 buah, dop pipa PVC sebanyak 4 buah, linggis, cangkul.

Sedangkan untuk bahan yaitu sampah organic dan air. Langkah selanjutnya yaitu Pipa PVC beserta dop tersebut di lubangi menggunakan bor.

Selanjutnya ditentukan titik dimana akan dibuat Lubang Resapan Biopori (LRB), pada kesempatan ini Mahasiswi KKN TIM II UNDIP Tahun 2023 membuat di dua titik yaitu di titik pertama terdapat tiga lubang dan titik kedua terdapat 1 lubang dengan ketentuan jarak antar lubang 1 m.

Lokasi Titik Lubang Resapan Biopori

Kemudian dilakukan penggalian tanah, untuk mempermudah penggalian tanah ini dilakukan dengan cara menyirami titik tersebut dengan air lalu digali dengan menggunakan linggis sampai kedalaman 60 cm.

Selanjutnya ditanamkan Pipa PVC tersebut ke dalam lubang yang sudah digali, nantinya di lubang tersebut yang sudah terisi dengan Pipa PVC di isi dengan sampah organic kemudian di tutup menggunakan dop pipa PVC.

Dalam pengenalan mengenai lubang biopori ini warga antusias dan menyimak dengan baik. Harapan dari pengenalan mengenai lubang biopori yang disampaikan oleh Kecya Felicya Naibaho (Teknik Lingkungan).

Harapannya warga dapat menerapkan lubang biopori ini di tiap lahan kosong dan mengembangkan sendiri tanah resapan desa.

Tidak hanya itu, diharapkan juga warga sudah mengenal melalui prinsip kerja dari cara pembusukan sampah organik melalui peran biota tanah.

Penulis                                               : Kecya Felicya Naibaho (Teknik Lingkungan – Fakultas Teknik)
Dosen Pembimbing Lapangan     : Faik Kurohman, S.Pi., M.Si.

banner 1200x200