banner 1458x375

Diberi Upah Rp70 Ribu, Pria ini Habisi Nyawa Seorang Bocah Kelas 2 SD

  • Bagikan
banner 468x60

BATANGUPDATE.COM, Indramayu – Kisah tragis terjadi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Seorang remaja berinisial SAP (24) menjadi pembunuh bayaran dengan bayaran uang Rp70 ribu.

Aksi sadis SAP ini menggemparkan warga Indramayu. SAP membunuh korbannya dengan menceburkan ke dalam Sungai Prawira di Desa Rawa Dalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Korban diceburkan sebanyak dua kali, hingga tak bernyawa.

Ia diperintah dengan upah Rp70 ribu oleh SA, wanita yang masih bertetangga dengannya. Target yang dibunuh adalah MYP (8 tahun), anak tiri SA.

Usai menerima perintah, MYP dibawa SAP dari rumahnya menggunakan sepeda motor. Mereka sempat berkeliling. Sementara SAP mencari tempat yang tepat untuk menghabisi nyawa bocah malang itu.

Baca Juga :
Persibat Batang Lakukan Persiapan Matang Hadapi Liga 3 2021

Mereka pun tiba di Sungai Prawira, yang tak jauh dari Simpang 5 Balongan, Kabupaten Indramayu. Di lokasi itu, MYP diceburkan pelaku.

Di lokasi sepi itu, korban lalu didorong ke sungai. Menurut SAP, korban sempat meronta dan berteriak meminta pertolongannya. “Emong..emong (tidak mau, tidak mau),” teriakan korban ditirukan pelaku SAP.

Kejamnya, SAP tetap di tempat dan menyaksikan korban meronta-ronta hingga tenggelam. Kemudian, jenazah MYP ditemukan pertengahan Agustus 2021 dalam kondisi membusuk.

Baca Lainnya :
Internet Telkomsel dan Indihome Butuh 1 Bulan untuk Perbaikan Kabel Bawah Laut

Kapolsek Balongan, AKP Febri Samosir mengatakan, tersangka SAP nekad membunuh korban setelah disuruh oleh tersangka SA. “SA merupakan ibu tiri korban. SA merasa kesal karena korban selalu menangis meminta uang jajan,” terangnya.

“Anak tirinya ini yang berumur tujuh tahun sering ngamuk. Akhirnya lama-kelamaan timbul rasa kesal dan berpikiran untuk menghilangkan nyawa anak tirinya ini,” ungkap AKBP Mokhamad Lukman Syarif, Kapolres Indramayu.

Kedua pelaku pembunuhan berencana ini, kini di tahan di Polres Indramayu, untuk menjalani proses pemeriksaan. Keduanya dijerat pasal 340 dan 338 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

banner 336x150
banner 120x600
  • Bagikan
banner 1458x180