banner 1200x250
Berita  

Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara dalam Perkara Korupsi Bansos

Juliara Batubara divonis 12 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin (23/8/2021).
Juliara Batubara divonis 12 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin (23/8/2021).
banner 120x600
banner 468x60

Batang Update, Jakarta – Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara divonis 12 tahun penjara dalam perkara korupsi bansos Covid-19. Vonis tersebut dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara 12 tahun dan pidana denda sejumlah Rp500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan 6 bulan kurungan,” kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis dalam pembacaan putusan, Senin, 23 Agustus 2021.

banner 1200x250

Hakim menilai Juliari terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sesuai dakwaan alternatif pertama, yakni Pasal 12 huruf b Jo Pasal 18 atau Pasal 11 Jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu, dalam persidangan yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi KPK RI itu, Juliari juga divonis untuk membayar uang pengganti kerugian negara.

Baca Juga: Ikatan Mahasiswa Diponegoro Batang Gelar Lomba Memperingati HUT Ke-76 RI Secara Virtual

“Menjatuhkan pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sejumlah 14.597.450.000 dengan ketentuan apabila tidak dibayar paling lama 1 bulan maka harta benda terdakwa akan dirampas,” ujar hakim Damis.

Lebih lanjut, Juliari pun divonis pidana tambahan berupa pencabutan hak politik.

“Menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun setelah terdakwa selesai menjalani pidana pokok,” kata hakim Damis.

Sebagai informasi, terdapat hal-hal yang memberatkan dan meringankan dalam pertimbangan majelis hakim. Hal yang memberatkan, Juliari dianggap tidak mengakui kesalahannya.

“Ibarat lempar batu sembunyi tangan, berani berbuat tidak berani bertanggung jawab,” tuturnya.

Sementara hal yang meringankan, Juliari merasa sudah cukup menderita dihina oleh masyarakat.

banner 1200x200