banner 970x250

Lomba Burung Berkicau, Warga Khawatirkan Klaster Baru Penularan Virus Corona

  • Bagikan
Pentas Burung : Para peserta Pentas Burung berkicau memarkirkan mobilnya di halaman Madin desa Bandar bagian utara. Minggu (12/9/21).
banner 468x60

BATANGUPDATE.COM, Bandar – Sejumlah Warga desa Bandar khawatir dengan adanya  perlombaan kontes burung berkicau yang menimbulkan kerumunan para peserta dan penonton ditengah pandemi COVID-19, karena banyaknya peserta lomba yang datang dari berbagai luar daerah.

Hal ini diungkapkan warga sekitar yang merasa resah karena khawatir akan menjadi klaster baru penularan COVID-19 di wilayah Bandar. Dan ini menjadi polemik bagi warga sekitar.

Baca Juga :

Peletakan Batu Pertama Panti Yatim Piatu Al-Ibriz Batang

“Sekolah saja belum diperbolehkan karena masih menunggu perizinan, ini malah mengadakan perlombaan burung berkicau dengan peserta yang datang dari berbagai daerah, bahkan luar kota,” Ungkap Ridwan saat dihubungi melalui telepon, Minggu (12/9/21).

Untuk lokasi pelaksanaan di Lapangan sepakbola Gelora Bandar dan para peserta memarkirkan kendaraannya di Madin asyyafiiyah 02 Bandar Utara.

“Karena dengan banyaknya mobil yang parkir di depan Madin sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar, yang mengakibatkan seluruh santri yang akan belajar, membubarkan diri,” Ujarnya.

Ia mempertanyakan, acara kerumunan seperti ini apakah sudah diijinkan oleh pemkab atau belum, kalau sudah diperbolehkan ketentuannya seperti apa, misalkan belum harusnya pihak berwenang menegurnya.

“Ini bukan masalah boleh tidaknya, tapi kita harus melihat situasi yang sekarang ini sangat mengkhawatirkan, harusnya kita saling bahu membahu agar pandemi ini segera berahir,” Terangnya.

Tim Batangupdate.com mencoba menghubungi pihak kepolisian untuk konfirmasi ketentuan perijinan sebuah acara yang menimbulkan banyak masa.

Namun sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban mengenai perijinan kegiatan yang menimbulkan keramaian, hanya saja pihaknya mau mengecek langsung ke lokasi.

“Coba kami cek ke TKP mas,” balasnya KBO Intel Polres Batang, Syamsul Ma’arif melalui whatsapp, Minggu (12/9/21).

Dikutip dari akun resmi Pemkab Batang dan juga seperti Batangupdate.com terima.

“Bahwa mulai hari ini saya mempersilahkan untuk tempat wisata buka dan bisa diadakan pentas seni budaya serta kegiatan sosial kemasyarakatan boleh dibuka dengan kapasitas 50 persen dari yang semula ditutup,” kata Bupati Batang Wihaji saat ditemui di Balai Desa Pucanggading, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Selasa (31/8/2021).

Ia meminta, kelonggaran PPKM Level 2 ini meminta masyarakat agar tidak lengah kepada Covid-19, dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“PPKM Level 2 di Kabupaten Batang jangan sampai membuat masyarakat seenaknya, karena lonjakan bisa saja terjadi lagi sewaktu-waktu seperti bulan Juli lalu. Maka jangan mengabaikan protokol kesehatan,” tegasnya.

Bukan hanya itu, untuk pengunjung pasar tradisional dan supermarket yang semula dibatasi 50 persen menjadi 75 persen jam operasional sampai dengan pukul 21.00. Pariwisata dibuka 25 persen dengan simulasi dan uji coba.

“Lalu, transportasi 100 persen dari semula 75 persen dan resepsi pernikahan diperbolehkan dengan pengunjung 50 orang ketentuan tidak makan di tempat atau dibawa pulang,” pungkasnya.

banner 336x150
banner 120x600
  • Bagikan
banner 1458x180