banner 1458x375

Pasar Minggon Jatinan Kembali Dibuka, Ini Syarat Pengunjung

  • Bagikan
Uni Kuslantasi
MINGGON JATINAN : Ketua TP PKK, Uni Kuslantasi Wihaji meninjau dibukanya kembali Pasar Minggon Jatinan di Hutan Kota Rajawali, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Minggu (24/10/2021).
banner 468x60

BATANGUPDATE.COM, Batang – Hampir dua tahun, Pasar Minggon Jatinan Hutan Kota Rajawali absen beroperasi lantaran Pandemi Covid-19. Gelaran kuliner tradisional tempo dulu di Batang ini kembali dibuka. Kedepannya Pasar Minggon Jatinan bakal rutin digelar kembali tiap minggunya dengan menerapkan Protokol kesehatan (Prokes) ketat.

“Ini semangatnya yang pertama untuk menghidupkan kembali Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Batang, agar ekonomi juga tumbuh, yang terpenting penerapan prokes dijaga ketat, ada syaratnya juga harus sudah vaksin,” kata Bupati Batang Wihaji usai meninjau dibukanya kembali Pasar Minggon Jatinan di Hutan Kota Rajawali, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Minggu (24/10/2021).

Baca Juga :
HSN 2021, Pemkab Dukung Pembangunan Ponpes

Selain itu, lanjut dia, wisata kuliner ini juga sebagai hiburan untuk masyarakat yang telah jenuh dengan Pandemi Covid-19.

Pihaknya nantinya akan berkordinasi dengan Dinkes Batang, dalam mewujudkan vaksinasi di Minggon Jatinan. Sehingga bagi masyarakat yang belum vaksinasi nantinya dapat berekreasi sembari vaksinasi.

Wihaji berharap, pengunjung Pasar Minggon Jatinan sudah mengikuti vaksinasi dan sebelum masuk di Pasar Minggon Jatinan untuk menggunakan aplikasi pedulilindungi terlebih dahulu untuk mengetahui pengunjung sudah divaksin.

Sementara itu, Penggagas wisata kuliner bertema makanan jadul yang juga Ketua TP PKK, Uni Kuslantasi Wihaji mengatakan, sebelumnya telah dirapatkan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Satgas Covid-19 serta dilakukan simulasi agar saat dibuka tetap aman.

“Di sini kami juga libatkan petugas Satgas Covid-19 dan BPBD untuk memantau, tentu dengan Prokes ketat agar tetap aman dan tidak menimbulkan kasus baru,” jelasnya.

Dijelaskannya, untuk mencegah adanya kerumunan pengunjung dan pedagang lapak dibatasi 50 persen.

“Kami meminimalisir sebaik mungkin agar tidak ada kerumunan seperti jarak tiap pedagang, dan juga untuk pedagang kami berikan sistem bergilir setiap minggunya 50 persen dari total 46,” tandasnya.

Salah satu pedagang, Tunjung Suri mengaku senang dapat kembali mencari rezeki di Minggon Jatinan. Diakuinya setiap pedagang mendapatkan jatah berjualan dua minggu sekali untuk mengurangi jumlah kerumunan. Menurutnya di gelaran pertama ini, para pengunjung cukup antusias. Pasalnya meski baru jam 9 dagangannya sudah habis diserbu pengunjung.

Baca Lainnya :
Hadapi Revolusi Industri 4.0, SMKN 1 Warungasem Beri Penguatan Pada Guru

“Alhamdulillah meskipun pertama digelar antusias masyarakat cukup tinggi. Meski tidak seramai dulu saat sebelum pandemi, tapi ini sudah lumayan untuk pembukaan. 80 porsi pecel dan gado-gado kami terjual. Iya untuk pedagangnya digilir, dua Minggu sekali agar tidak banyak kerumunan,” ujar dia.

banner 465x150
banner 120x600
  • Bagikan
banner 1458x180