banner 1200x250
Berita  

Peringatan Hari Tanpa Diskriminasi, Perlindungan Hak Perempuan Tanpa Kekerasan

Diskriminasi
Memperingati Hari Tanpa Diskriminasi Internasional.
banner 120x600
banner 468x60

BATANGUPDATE.COM, PEKALONGAN – Diskriminasi adalah perlakuan yang tidak adil untuk membedakan terhadap seseorang atau perkelompok berdasarkan sesuatu. Setiap tanggal 1 Maret, dunia memperingati Hari Nol Diskriminasi atau Zero Discrimination Day.

Peringatan ini merupakan momentum penting dalam merayakan hak semua orang. Hari Tanpa Diskriminasi Internasional erat kaitannya dengan perempuan.

banner 1200x250

Mengingat kekerasan dan diskriminasi yang menimpa perempuan masih menjadi isu yang hangat untuk didiskusikan, hal ini tidak saja menjadi pembicaraan dalam tingkat nasional, namun juga dalam tingkat internasional.

Baca Juga : Irjen Pol. Dr. Agung Makbul : Masyarakat Harus Memiliki Rasa Aman

Plt Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nur Agustina mengungkapkan bahwa, diskriminasi terhadap perempuan masih sering ditemukan, bahkan hingga sampai saat ini.

“Masih ada kelompok masyarakat yang menganggap bahwa kedudukan perempuan dan laki-laki dalam keluarga atau di masyarakat harus berbeda. Misalnya, anggapan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, toh nantinya masuk dapur juga.”ungkapnya.

Selain itu, pengarusutamaan gender belum sepenuhnya dilakukan. Oleh karena itu, pihaknya mengajak kepada masyarakat bahwa Peringatan Hari Tanpa Diskriminasi Internasional ini bisa menjadi bentuk upaya mengingatkan masyarakat adanya hak asasi manusia. dimana laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama di dalam memperoleh keadilan.

“Upaya-upaya kita untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan proses berkeadilan di dalam pembangunan perlu dilakukan supaya efek dari diskriminasi itu yang biasanya terjadi kekerasan terhadap kaum yang termarginalisasi bisa ditekan,” tutur Agustin usai membuka kegiatan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Bagi Pelajar Putri SMK Syafi’i Akrom yang diterima Batang Update, Jum’at (4/3/2022).

Disampaikan Agustin, jika dikaitkan dengan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi atau pendidikan seks, hal ini juga masih berkesinambungan dengan upaya pencegahan kekerasan seksual.

“Dimana yang sering menjadi korbannya adalah perempuan yang sering mengalami diskriminasi.”Jelasnya.

Perempuan perlu dilibatkan secara lebih aktif dalam pembangunan di segala bidang. Namun dalam kehidupan sehari-hari, perempuan masih mengalami ketidakadilan akibat diskriminasi gender, seperti peminggiran atau kemiskinan (marjinalisasi), sub ordinasi, pelabelan (stereotype), kekerasan dan beban kerja.

Baca Lainnya : Banyak Reklame Tak Berizin, Satpol P3KP Pekalongan Beri Ketegasa Pelanggar

“Sehingga, era revolusi industri 4.0 saat ini, dengan kemudahan akses terhadap apa pun, harus bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk menciptakan kesempatan yang sama bagi laki-laki maupun perempuan dalam memaksimalkan potensi dan pemenuhan hak asasi seluruh kelompok,” pungkasnya.

banner 1200x200