banner 970x250

Ribuan Calon Guru P3K Batang Mayoritas Usia Muda

  • Bagikan
Guru P3K : Para peserta mengikuti seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K).
banner 468x60

BATANGUPDATE.COM, BATANG – Sebanyak 1.547 pelamar kini sedang berkompetisi untuk memperebutkan 239 formasi guru dengan mengikuti seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K).

Tes seleksi dilaksanakan di dua tempat yakni SMKN 1 Batang dan SMKN 1 Kandeman, sejak 13-16 September mendatang. Gelombang pertama pukul 07.00-11.00 WIB dan gelombang kedua pukul 13.00-16.55 WIB.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Achmad Taufiq menyampaikan, pelaksanaan seleksi P3K tahun ini memang sedikit berbeda karena peserta harus menyertakan hasil swab antigen sehari sebelum pelaksanaan tes.

Baca Juga :

Tren Baru, Coffee Cars Ala Komunitas Batang

“Mudah-mudahan setelah peserta diswab semua bisa berjalan lancar. Modal utamanya sehat dulu, ikhtiar berikutnya apa yang sudah mereka pelajari maupun mengikuti try out sebelumnya, memudahkan dalam menjawab soal,” katanya saat ditemui usai meninjau pelaksanaan seleksi penerimaan P3K guru, di ruang laboratorium komputer SMKN 1 Batang, Senin (13/9/2021).

Ia mengapresiasi pelaksanaannya lancar, karena mayoritas pesertanya masih tergolong usia muda, meskipun P3K ini dapat diikuti oleh guru yang berusia 58 tahun.

“Saya berterima kasih kepada Plt Kepala SMKN 1 Batang, Pak Catur karena sudah memfasilitasi Tes Uji Kompetensi (TUK) ini dengan luar biasa. Sebab semua sudah tertata mulai masuk ruangan diukur suhu tubuhnya, cairan antiseptik sudah disiapkan hingga tempat beribadah karena waktu tes bagi gelombang kedua berakhir pukul 16.55 WIB, sehingga peserta tetap bisa salat asar dengan mudah dan lancar,” jelasnya.

Ia menegaskan, di masa Pandemi Covid-19 peserta seleksi P3K wajib membawa hasil swab antigen. Namun jika tidak dapat menunjukkannya maka dapat mengikuti seleksi P3K susulan pada Jumat (17/9/2021), dengan tempat yang masih dirundingkan.

“Ada satu peserta yang belum bisa menunjukkan bukti hasil swab antigen, akhirnya kami tidak izinkan untuk ikut TUK,” tegasnya.

Ketua PGRI Batang, M. Arief Rohman mengatakan, P3K merupakan kesempatan bagi para guru untuk memperoleh kesejahteraan lebih baik, selain menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Teman-teman guru setelah menjadi P3K akan memperoleh kejelasan status dan penghasilan. Penghasilan guru P3K itu sama dengan ASN, sesuai golongannya, paling rendah Rp3 juta untuk golongan 3A,” terangnya.

Ia mengharapkan, teman-teman berjuang dengan penuh keseriusan dan optimis untuk meraih kesuksesan menjadi P3K.

Kuota P3K untuk tahun 2021 sejumlah 239 yaitu guru SD 200 orang guru olahraga 8 orang dan SMP 31 orang.

banner 336x150
banner 120x600
  • Bagikan
banner 1458x180